Dibantu Umat Kristen, Umat Islam di Kabupaten Ini Akhirnya Berhasil Bangun Masjid Pertama
Berpuluh tahun sudah tinggal di Desa Barung Kersap, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, minoritas muslim dan mualaf di desa ini tidak memiliki masjid untuk beribadah berjamaah.
Namun tahun ini, harapan mereka bisa sujud di masjid akan terwujud. Berkat bantuan Yayasan Masjid Nusantara, pembangunan masjid sudah dimulai pada 1 Juli 2020 dan targetnya akan selesai pada Agustus 2020.
"Pembangunan cepat dilakukan karena pendanaan 100 persen dari Masjid Nusantara dan tukang (pekerja) semua sudah disiapkan. Perkiraannya Agustus masjid sudah selesai, saat ini sudah pemasangan atap dan tahap selanjutnya pemasangan keramik," ujar Raden Nana Badriana selaku pelaksana pembangunan Masjid Nusantara kepada IDN Times, 29 Juli 2020. Yuk simak kisahnya.
Pak Nana mengaku pertemuan dirinya dengan warga Barung Kersap terbilang sangat unik. Awalnya Masjid Nusantara ingin membantu pembangunan masjid muslim dan mualaf di Desa Kaban Tua, namun karena sudah ada donatur akhirnya niat diurungkan dan akan mendonasikan ke tempat lain.
Ia pun pergi ke Desa Sukaramai, ternyata sudah ada juga masjid yang akan dibangun dengan bantuan donatur. Nana yang merupakan warga asli Bandung ini akhirnya beristirahat di satu warung saat jelang magrib. Pasalnya ia kelelahan menempuh perjalanan jauh dari Medan ke Kabupaten Karo sekitar 100 kilometer.
Di warung tersebut ia bertanya pada warga yang tengah ngopi perihal di daerah mana dibutuhkan masjid.
"Tiba-tiba warga nonmuslim memberitahu saya bahwa di Desa Barung Kersap ada beberapa warga muslim dan mualaf yang belum punya masjid dan sangat membutuhkan. Akhirnya saya pun bergegas, saat tiba di sana sudah magrib dan saya lihat musala kecil yang terbuat dari papan penuh jamaah yang salat. Setelah berbincang dengan pengurus musala, akhirnya kami putuskanlah musala ini kami bantu pembangunannya menjadi masjid dengan bangunan permanen," kenang Nana.
Namun musala lama yang terbuat dari papan tersebut tidak dihancurkan, hanya dipindahkan ke pinggir dan akan dijadikan rumah singgah bagi warga-warga pendatang yang hendak pengajian di sini.
Baginya kisah penggeseran musala yang lama inipun cukup membuatnya terharu. Meski tengah berada di masa pandemik, warga muslim dan nonmuslim tetap bergotong royong memindahkan musala bersama-sama.
"Musala ini kan dari kayu dan bisa dipindahkan, tapi perlu puluhan orang untuk memindahkannya agar tidak rusak. Jadi semua warga di sini membantu, termasuk warga nonmuslim juga membantu mengangkat dan memindahkan musala," ungkapnya.
Nana menambahkan proses pembangunan yang begitu cepat juga terbantu oleh kegigihan dan kerja sama warga muslim dan nonmuslim setempat. Mereka bahu membahu membantu tukang yang bekerja. Sehingga pekerjaan lebih cepat selesai.
Soal izin dan rekomendasi pembangunan masjid, menurut Nana, juga tidak mengalami kendala karena semua pihak memberikan rekomendasi untuk pembangunan masjid yang diberi nama Taman Surga Abdussalam.
Di beberapa daerah, menurut sepengetahuan Nana tak semudah ini untuk mendirikan rumah ibadah.
Namun tahun ini, harapan mereka bisa sujud di masjid akan terwujud. Berkat bantuan Yayasan Masjid Nusantara, pembangunan masjid sudah dimulai pada 1 Juli 2020 dan targetnya akan selesai pada Agustus 2020.
"Pembangunan cepat dilakukan karena pendanaan 100 persen dari Masjid Nusantara dan tukang (pekerja) semua sudah disiapkan. Perkiraannya Agustus masjid sudah selesai, saat ini sudah pemasangan atap dan tahap selanjutnya pemasangan keramik," ujar Raden Nana Badriana selaku pelaksana pembangunan Masjid Nusantara kepada IDN Times, 29 Juli 2020. Yuk simak kisahnya.
1. Warga nonmuslim yang sarankan pembangunan masjid di Barung Kersap
Pak Nana mengaku pertemuan dirinya dengan warga Barung Kersap terbilang sangat unik. Awalnya Masjid Nusantara ingin membantu pembangunan masjid muslim dan mualaf di Desa Kaban Tua, namun karena sudah ada donatur akhirnya niat diurungkan dan akan mendonasikan ke tempat lain.
Ia pun pergi ke Desa Sukaramai, ternyata sudah ada juga masjid yang akan dibangun dengan bantuan donatur. Nana yang merupakan warga asli Bandung ini akhirnya beristirahat di satu warung saat jelang magrib. Pasalnya ia kelelahan menempuh perjalanan jauh dari Medan ke Kabupaten Karo sekitar 100 kilometer.
Di warung tersebut ia bertanya pada warga yang tengah ngopi perihal di daerah mana dibutuhkan masjid.
"Tiba-tiba warga nonmuslim memberitahu saya bahwa di Desa Barung Kersap ada beberapa warga muslim dan mualaf yang belum punya masjid dan sangat membutuhkan. Akhirnya saya pun bergegas, saat tiba di sana sudah magrib dan saya lihat musala kecil yang terbuat dari papan penuh jamaah yang salat. Setelah berbincang dengan pengurus musala, akhirnya kami putuskanlah musala ini kami bantu pembangunannya menjadi masjid dengan bangunan permanen," kenang Nana.
Namun musala lama yang terbuat dari papan tersebut tidak dihancurkan, hanya dipindahkan ke pinggir dan akan dijadikan rumah singgah bagi warga-warga pendatang yang hendak pengajian di sini.
Baginya kisah penggeseran musala yang lama inipun cukup membuatnya terharu. Meski tengah berada di masa pandemik, warga muslim dan nonmuslim tetap bergotong royong memindahkan musala bersama-sama.
"Musala ini kan dari kayu dan bisa dipindahkan, tapi perlu puluhan orang untuk memindahkannya agar tidak rusak. Jadi semua warga di sini membantu, termasuk warga nonmuslim juga membantu mengangkat dan memindahkan musala," ungkapnya.
Nana menambahkan proses pembangunan yang begitu cepat juga terbantu oleh kegigihan dan kerja sama warga muslim dan nonmuslim setempat. Mereka bahu membahu membantu tukang yang bekerja. Sehingga pekerjaan lebih cepat selesai.
Soal izin dan rekomendasi pembangunan masjid, menurut Nana, juga tidak mengalami kendala karena semua pihak memberikan rekomendasi untuk pembangunan masjid yang diberi nama Taman Surga Abdussalam.
Di beberapa daerah, menurut sepengetahuan Nana tak semudah ini untuk mendirikan rumah ibadah.

