Luhut Sebut TKA Chin4 Tiba Juni Atau Juli, Ruhut: Bagi Rakyat Yang Penting Sejahtera
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan bahwa 500 tenaga kerja asing asal China akan tiba di Konawe, Sulawesi Tenggara pada bulan Juni atau Juli.
Luhut mengatakan bahwa TKA itu akan membantu perusahaan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) yang tengah membangun pabrik HPAL (high perssure acid leaching) guna membangun industri baterai lithium. Luhut mengatakan TKA asal China itu nantinya akan menyelesaikan proyek setelah itu akan digantikan oleh pekerja dari Indonesia.
Hal itu mendapat dukungan dari politikus PDIP Ruhut Sitompul. Ruhut menyebut Luhut tidak mau mendengar suara ‘kompor mleduk’ demi kesejahteraan rakyat.
“Mantap Pak LBP Rakyat Indonesia tercinta mendukung, tdk mau mendengar para tk kompor meleduk bagi Rakyat yg penting Sejahtera MERDEKA,” ujar Ruhut seperti dilihat Jitunews di akun @ruhutsitompul yang menanggapi pemberitaan Luhut mengenai TKA, Senin (25/5).
Tak Peduli Disebut Pengkhianat! LBP Pastikan TKA Cina Tiba di Konawe Juni-Juli Mendatang
Seperti dilansir dari indonews.id, Luhut mengatakan bahwa 500 tenaga kerja asing asal China akan tiba di Konawe, Sulawesi Tenggara pada bulan Juni atau Juli.
“Orang itu berencana minta, tapi itu nanti baru Juni atau Juli baru kejadian (masuk ke Indonesia), tapi sekarang mereka sudah minta izin. Kan perizinan itu enggak cukup sehari,” kata Luhut dalam bincang khusus bersama RRI, Minggu (9/5).
Luhut mengatakan bahwa TKA itu akan membantu perusahaan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) yang tengah membangun pabrik HPAL (high perssure acid leaching) guna membangun industri baterai lithium.
“Dia itu menyelesaikan HPAL untuk persiapan industri lithium baterai,” ucapnya.
Luhut mengatakan TKA asal China itu nantinya akan menyelesaikan proyek setelah itu akan digantikan oleh pekerja dari Indonesia sekitar 92 persen dari total pekerja yang dibutuhkan.
“Kami kerjakanlah ini, nanti tenaga asing yang mengerjakan dan setelah itu bersamaan tenaga kerja Indonesia masuk, teknologi kan dari dia, kami enggak bisa dong ngerjain semua, tetap ada asing,” ujarnya.
Luhut mengatakan bahwa TKA itu akan membantu perusahaan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) yang tengah membangun pabrik HPAL (high perssure acid leaching) guna membangun industri baterai lithium. Luhut mengatakan TKA asal China itu nantinya akan menyelesaikan proyek setelah itu akan digantikan oleh pekerja dari Indonesia.
Hal itu mendapat dukungan dari politikus PDIP Ruhut Sitompul. Ruhut menyebut Luhut tidak mau mendengar suara ‘kompor mleduk’ demi kesejahteraan rakyat.
“Mantap Pak LBP Rakyat Indonesia tercinta mendukung, tdk mau mendengar para tk kompor meleduk bagi Rakyat yg penting Sejahtera MERDEKA,” ujar Ruhut seperti dilihat Jitunews di akun @ruhutsitompul yang menanggapi pemberitaan Luhut mengenai TKA, Senin (25/5).
Tak Peduli Disebut Pengkhianat! LBP Pastikan TKA Cina Tiba di Konawe Juni-Juli Mendatang
Seperti dilansir dari indonews.id, Luhut mengatakan bahwa 500 tenaga kerja asing asal China akan tiba di Konawe, Sulawesi Tenggara pada bulan Juni atau Juli.
“Orang itu berencana minta, tapi itu nanti baru Juni atau Juli baru kejadian (masuk ke Indonesia), tapi sekarang mereka sudah minta izin. Kan perizinan itu enggak cukup sehari,” kata Luhut dalam bincang khusus bersama RRI, Minggu (9/5).
Luhut mengatakan bahwa TKA itu akan membantu perusahaan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) yang tengah membangun pabrik HPAL (high perssure acid leaching) guna membangun industri baterai lithium.
“Dia itu menyelesaikan HPAL untuk persiapan industri lithium baterai,” ucapnya.
Luhut mengatakan TKA asal China itu nantinya akan menyelesaikan proyek setelah itu akan digantikan oleh pekerja dari Indonesia sekitar 92 persen dari total pekerja yang dibutuhkan.
“Kami kerjakanlah ini, nanti tenaga asing yang mengerjakan dan setelah itu bersamaan tenaga kerja Indonesia masuk, teknologi kan dari dia, kami enggak bisa dong ngerjain semua, tetap ada asing,” ujarnya.
